Rabu, 18 April 2018


Mendidik anak dalam Islam


Sesungguhnya anak adalah keturunan yang merupakan harapan suami istri sebagai tempat menumpah kasih sayang dan suatu sumber kebahagiaan. Anak merupan kekayaan yang tidak ternilai harganya, selain itu juga anak adalah amanah dari Allah yang harus dipelihara dan didididk dengan sebaik baiknya agar mereka berguna bagi diri sendiri, keluarga dan juga bangsa
Seorang anak dengan anak yang lainnya memiliki karakter yang berbeda satu sama lain, sering terjadi pada orang tua terutama pada pasanagan muda yang mengalami sindrom anak pertama, karena didorong oleh idealism yang tinggi, mereka memeperlakukan anak tanpa memeperhatkan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak , misal anak dipaksa harus bisa menulis dan membaca pada usia 2 tahun tanpa memeperhatikan tingkat kemampuan si anak itu sendiri
Hal yang perlu mendapat perhatian orang tua adalah memperhatikan fase-fase perkembangan anak, sehingga dalam memberi tugas sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya, sebab anak ketika menjadi dewasa secara  otomatis pemikirannya berkembang. untuk itu ia harus di sikapi sesuai dengan usianya, sehingga anak yang sudah dewsa tidak disikapi seperti anak kecil.
Maka tugas dan pekerjaan diberikan oleh orang tuanya kepada anak hendaknya sesuai dengan usia dan kemampuannya hal ini supaya dpat mendididk anak bertanggung jawab , jadi tidak selayaknya orang tua menyuruh anak kecil mengerjakan pekerjaan orang dewasa
Apabila orang tua senantiasa menghargai dan memuliakan kepribadian, niat baik usaha dan kesungguhan anak maka dia telah membiasakan kepada mereka untuk selalu bersikap mulia dan terhormat, sehingga bila sudah besar mereka akan menjadi penegakkebenaran dan keadilan.
Apabila sorang anak melakukan keaiban atau kesalahan , hendaknya orang tua jangan serta merta mencaci maki dan membuka aib si anak. Apa lagi di depan teman-temannya atau di depan orang banyak. Teguran keras yang dilakukan orang tua terhadap anaknya yang membuat kesalahan dan kekeliruan sama seperti menelanjangi sang anak di depan umum. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri si anak
Apabila memarahi anak di depan umum sering dilakukan maka anak akan berkembang menjadi pribadi yang minder, anak-aanak juga tidak suka orang lain mengadukan dirinya kepada orang tuanya, oleh karena itu apabila seorang mesti mengadukan anak, maka jangan adukan di depan anak tersebut. Sesungguhnya kehormatan dan harga diri anak perlu diperhatikan.
Hendaknya orang tua memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengoreksi diri bila mereka melakukan kesalahan, sehingga mereka dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dan ideal dan dapat meningkatkan dirinya kepada hal yang lebih baik lagi, bahkan menjadikan kesalah itu sebagai sarana untuk menuju kepada yang benar. Sebenarnyanya anak-anak itu mudah diarahkan dan mudah untuk didiik.
Jika anak melakukan kesalahan jangan hanya menunjukkan kesalahannya semata, tapi luruskanlah supaya dia memahami bahwa apa yang dikerjakannya salah atu keliru serta berilah solusi dengan memberi tau perbuatan yang benar yang seharusnya. sanksi tidak perlu diberikan jika anak baru melakukan kesalahan atau kekeliruan, hal yang paling penting adalah bagaimana orang tua menyadarkan anak bahwa telah berbuat salah dan tidak mengulangi kesalahan tersebut.
Sebaiknya memanggil anak dengan sebutan yang baik sehingga mereka tidak akan dipanggil dengan pangilan yang  jelek yang akan dibawa oleh mereka sepanjang masa. Jangan memanggil atau menyeru anak dengan panggilan jelek seperti hai bodoh karena panggilan adalah doa seorang terhadap sesama, ini berdasarkan hadis Ummi Salamah radhiayallahu anha, rasulullah alaihi wasallam bersabda: janganlah kalian menyeru (berdoa) atas diri kalian kecuali dengan sesuatu yang baik, karena sesungguhnya malaikat akan mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan (HR. Muslim)
Maka janganlah mengumpat anak dengan mengunakan kata bodoh, tolol dan sebagainya. Umpatan tersebut pula dapat menyebabkan  anak menjadi pengecut, mudah tersinggung dan pemarah. Bahkan dengan itu anak juga akan belajar mengucapkan kata-kata tersebut untuk mengumpat anak-anak yang lain.
Diantara hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah berusaha keras memilih atau menyeleksi kata-kata yang baik, jauh dari kata-kata kasar dalam berbicara dengan anak-anak apabila orang tua dikejutkan oleh anaknya hendaknya ia mengucapkan masyaallah apabila orang tua melihat sesuatu yang menarik perhatian hendaknya ia berucap subhanallah apabila anak berbuat kebaikan hendaknya orang tua berkata barakallah kata-kata seperti inilah yang harus dibiasakan supaya menjadi contoh yang baik bagi anak-anak
Orang tua hendaknya berusaha untuk berlaku bijaksana dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi pada sang anak. Tidak mengedepankan emosi, tidak mudah menjatuhkan sanksi telusuri setiap masalah pada anak dengan penuh hikmah dan tabayyun(klarifikasi). Ketika seorang ank di timpa masalah, misalnya ketika dia mendapatkan nilai rapor jelek, maka orang tua jangan serta merta memarahi, mengatakan dasar pemalas, dan sebagainya. Akan tetapi hendaknya orang tua memberikan motifasi, menasehati dan berusaha membangkitkan kepercayaan diri anak . dengan begitu anak akan merasa dihargai dan akan lebih mudah menerima ucapan orang tua.
Nabi Muhammad adalah pribadi yang luar biasa bijaksana dalam kebaikan, namun bukan bearti kebaikan beliau menjadikannya bersifat longgar terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anggota keluarga. Beliau tetap konsisten dengan aturan dengan aturan yang berlaku bagi keluarganya, adapun bagi anggota keluarga yang melanggar maka beliau memberikan hukuman yang bersifat mendidik dan disertai dengan kelembutan, meski hukuman itu bersifat tegas.
Islam memerintahkan kepada ummatnya untuk berlaku adil terhadapsetiap orang. Bersikap adil adalah suatu wujud ketaqwaan umat muslim , islam sangat menjunjung keadilan sebagai suatu sikap mulia , termasuk kepada anak-anak. Para orang tua hendaknya berusaha bersikap adil dalam memeperlalukan anak-anaknya. Orang tua hendaknya berusaha untuk menjunjubg keadilan berdasarkan ajaran islam.
Sebagai orang tua, ia perlu berprilaku adil kepada semua anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan sehingga dapat dicapai keharmonisan dalam rumah tangga. Jika ada orang tua yang bersikap tidak adil terhadap anak-anaknya maka hal itu akan menimbulkan rasa iri antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan bila orang tua bersikap adil,  maka akan lebih mendekatkan anak pada kepatuhan dalam berbakti kepada orang tua.
Dalam sebuah hadist Bukhari dan Muslim, salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw, Basir bin sad, pada suatu hari meminta beliau untuk bertindak sebagai saksi Saat memeberikan hadiah pada salah seorang anak laki-lakinya AL-Nukman.Nabi kemudia bertanya apa kamu memberikan hadiah yang sama kepada anak-anak mu? Basir menjawab tidak , kemudian nabi saw bersabda, aku  tidak bertindak sebagai saksi  dari ketidak adilan .
Peristiwa tersebut mengajarkan orang-orang muslim terutama para orang tua bagaimana rasulullah saw sangat memperhatikan keadilan termasuk dalam memberi hadiah terhadap anak-anak. Generasi salafus shahih memeprektekkan keadilan kepada anak-anaknya samapi dalam perkara bermain, bercengkrama dan mencium anak-anak mereka.
Syariat tidak menyukai memebedakan pemberian, perlakuan baik dan sebagainya antara anak-anak. Jika ada alas an yang jelas dan dapat diterima secara syari. Memebedakan perlakuan anak antara yang satu dengan yang lainnya karena factor-faktor tertentu, seperti pengkhususan karena factor-faktor tertentu, atau keperluan antara satu anak dengan anak yang lainny, atau mengalihakan pemberian dari sebagaian anak karena kefasiakn dan kebidaahan, maka hal itu di perbolehkan.
Hukuman dengan mengunakan kekerasan perlu dihindarari seperti tamparan, tendangan atau bentuk kekerasan lainnya. Kekerasan tidak akan memeberikan manfaaat bagi anak. Kekrasan justru akan menyakiti fisik dan hatinya, cedera dan memebahyakan jiwa anak bahkan ada yang mengalami stress, depresi atau troma, akan timbul padadirinya bayangan atau imajinasi yang menakutkan diama ia akan selalu terbayang dengan penuh kebencian terhadap orang tua yang pernah menghukumnya.
Orang tua hendaknya menghindari sikap-sika dan tindakan-tindakan yang menjadikan anak mengalami trauma, malas, atau enggan blajar. Orang tua hendaknya mengambil sikap memudahakan urusan anak bukan mempersulitnya, sikap mepersulit justru akan menjadikan anak ,erasa takut dengan setiap pembebanan yang diterimanya dari orang tua dan berusaha dan berusaha menghindari orang tuakarena khawatir akan di bebani dengan perkara-perkara yang beratlainnya.
Di antara perkara yang bermanfaat dalam memperlakukan anak ialah menciptakan suasana yang luwes. Apabila ibu bersifat keras terhadap anaknya ayah bersikap lunak dan lemah lembut, sebaliknya apabila ayah bersikap kasar ibu yang harus berlemah lembut.  Satu contoh, terkadang si anak melakukan suatu kesalahan, lalu ayah mencela dan memarahinya dan menyebabkan si anak menyembunyikan diri karena takut mendapat sangsi keras lalu datanglah si ibu sambil berusaha menghibur hatinya. Menjelaskan kesalahan anaknya dengan lembah lembut.
Maka disaat itu anak akn mau menerima kemarahan si ayah bahjan ia akan selalu mengenang kebaikan ibunya. Dengan begitu si anak akan menjauhi dari melekukan kesalahan lagi. Perlakuan seperti ini sangat bermanfaat dalam pendidikan anak.lindungi dan peliharalah anak-anak mu karena itu adalah amanah dari Allah didik mereka dengan baik dan benar arahkan mereka kepada jalan-jalan kebaikan, perbaikiah kesalahan mereka dengan bijak dengan tidak berlaku kasar dan kejam terhadap anak-anak mu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar