Minggu, 28 Februari 2016

Carilah guru yang mempunyai silsilah ilmunya sampai kepada Rasulullah



Carilah guru yang mempunyai silsilah ilmunya sampai kepada Rasulullah

Perbedaan adalah hal yang sangat komplit dan sulit untuk sebahagian kita. Kita tau bahwa Nabi sendiri pernah mengatakan bahwa umat Islam itu akan terpecah menjadi 73 golongan . 72 yang sesat dan hanya satu golangan yang benar yaitu golongan yang mengikuti sunnah ku dan sahabat ku atau dengan kata lain golongan ini diberi nama golongan ahli sunnah waljamaah.
Dalam hal ini wajib kita ketahui mana yang benar dan mana yang salah, untuk kita mengetahui mana yang benar dan mana yang salah mestilah kita bertanya kepada ahli ilmu. Yang jadi masalah sekarang adalah kita tidak tau lagi mana yang ahli ilmu itu, karna semua orang mengakui dirinya ahli ilmu. Sebenarnya kalau kita mau mencari tau ilmu itu sudah ada silsilahnya dari Nabi saw  terdahulu turun temurun ilmu itu sampai ke para ulama sekarang ini(bagi yang mengikuti silsilah)
Sehingga Nabi saw berkata (al ilmu bitta’allum)  ilmu itu didapat dari guru(ahli ilmu) siapa guru itu, guru itu adalah orang yang telah mendapat ilmu dari guru beliau yang terdahulu, begitu seterusnya dan seterusnya sehingga bersilsilah sampai kepada Nabi saw. Belajar tanpa di dampingi oleh seorang guru yang mengerti ilmu tersebut, maka yang menjadi gurunya adalah syaitan. Berijtihat sendiri memutuskan sesuatu masalah sekehendak hati tanpa adanya ilmu yang memadai, begitulah belajar tanpa guru, alhasil apapun kesimpulan yang didapatkan akan melenceng dari syariah, karena tiadanya ilmu.
Itu adalah dasar-dasar pemikiran pada aturan-aturan menjadi pola pikir dalam mencari ilmu. Oleh sebab itu ,untuk kondisi kita khususnya Aceh, umumnya di manapun itu di luar Aceh, agar agama yang kita pelajari tidak keluar jalur, maka kita harus mencari orang atau guru yang alim yang jelas silsilah ilmu beliau itu sampai ke Nabi. Sehingga guru tersebut bisa mempertanggung jawabkan silsilah guru-gurunya terdahulu sampai ke tingkat Rasulullah saw.
Orang Aceh dari jaman terdahulu telah memilih salah satu silsilah ilmu yang jelas gurunya sampai ke Rasull yaitu dengan mengikuti mazhab Syafi’i yang kitab-kitabnya sendiri punya silsilah ke Rasull. Jaman sekarang banyak sekali kita temui orang yang sekedar menganalisa agama tanpa guru di sini lah terjadi perbedaan yang tdak jelas tanggung jawabnya. Nasnya tetap sama Al-quran dan hadis, bacanya juga sama tapi hasilnya beda-beda, kemudian tidak diketahui apakah orang itu benar-benar ahli dalam bidang itu atau tidak kita tdak tau. Bagi kalangan awam yang tidak punya dasar ilmu alangkah lebih baik mencari guru-guru yang ahli di bidangnya.
Sekarang ini aliran-aliran liberal pun sudah bertaburan di mana-mana yang ilmunya tidak kita tau dari mana sumbernya , yang dari eropa kanada inggris dan sebagainya. Mereka juga membahas Al-quran dan hadis dengan cara-cara yang ilmiah yang tujuannya adalh untuk menghancurkan Islam lewat Islam itu sendiri. Islam itu tidak cukup dengan cerdas, Islam setelah cerdas harus ada rasa cinta , cinta kepada Islam, cinta kepada Allah , takut neraka, takut dosa
Orang yang mencari popularitas dia akan berbicara sesuka hatinya bukan karena Allah. Sipendengar karena awam dengan agama ya mengiyakan saja semua yang dikatakan sang guru, apaka kata si guru benar atau salahtidak ada yang tau. Karna mereka pendengar juga tidak mengerti apa yang disampaikan. Untuk itu pandai- pandailah mencari orang yang benar-benar ahli dalam agama, orang-orang yang menuntun kita ke dalam syurga dan bukan orang-orang yang menuntun kita ke dalam neraka amin.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar