Senin, 08 Februari 2016

sejarah asal mula kalimat azan



Sejarah azan
Shalat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim yang baliq dan juga berakal, saat sendiri itu sangat besar pahala apa lagi kalau shalat berjamaah pahalanya hingga 27 kali lipat. Suatu ketika berkumpulah Nabi saw dan para sahabat bermusyawarah tentang cara memanggil atau mengingakan orang-orang islam untuk melaksanakan shalat. Salah satu dari seorang sahabat memberikan pendapat ya Rasul jika sudah datang waktu shalat maka kita naikkan saja bendera tetapi pendapat itu tidak di terima Nabi karena menaikan bendera tidak memberi tanda apa-apa bagi orang yang sedang tidur untuk melaksanankan shalat
Kemudian ada lagi sahabat yang lain mengusulkan di saat masuk waktu shalat maka kita menyalakan api saja di tempat yang tinggi. Pendapat sahabat yang ini juga tidak diterima Nabi karena menyalakan api itu selain dari syiar agama majusi juga tidak akan memeberi efek apa-apa bagi orang yang sedang tidur untuk melaksanakan shalat. Kemudian sahabat yang lain memberikan pendapat lagi jika sudah masuk waktu shalat kita membunyikan terompet saja. Pendapat ini lagi-lagi tidak diterima oleh Nabi karena terompet itu adalah alat yang digunakan oleh orang-orang yahudi untuk kegiatan agama orang-orang yahudi dan Nabi tidak menyukai hal-hal yang biasa dilakukan oleh yahudi.
Keudian sahabat yang lain pun berpendapat dengan membunyikan lonceng. Nabi juga tidak menerima pendapt ini karena lonceng digunakan oleh agama nasrani untuk kegiatan ibadah mereka. Lalu sahabat yang lain lagi juga memberi pendapat di saat sudah masuk waktu shalat kita panggil langsung orang-orang islam dengan mekanismenya setiap orang mendatangi dan memanggil-manggil untk mengingatkan bahwa waktu shalat telah tiba dan kita datangi kesetiap rumah-rumah. Begitu didengar Nabi pendapat ini langsung diterima oleh Nabi.
Salah satu sahabat yang ditugaskan untuk memanggil-manggil atau mengingatkan waktu shalat adalah Abdullah bin Zaid Al-Ansari. Setelah pertemuan selesai Abdullah bin Zaid pulang ke rumah, sesampai di rumah dalam keadaan sadar dan tidur Abdullah bin Zaid bermimpi dan di dalam mimpinya datanglah seseorang yang memegang lonceng. Kemudian Abdullah bin zaid bertanya kepada orang yang dalam mimpinya itu,
Abdullah bin zaid : ya hamba Allah apakah engkau menjual lonceng tersebut?
Hamba Allah         : untuk apa engkau lonceng ya Abdullah?
Abdulah bin zaid   : untuk memanggil/memeberi tau datangnya waktu shalat.
Hamba Allah    : kalau begitu bagai mana jika seandainya aku mengajarkanmu beberapa kalimat sebagai ganti dari lonceng ini, untuk memeberitau datangnya waktu shalat
Abdullah bin Zaid  : boleh, ajarkanlah aku
Kemudian hamba Allah yang ada dalam mimpi Abdullah bin Zaid  itu mengajarkan Abdullah kalimat-kalimat azan, baca olehmu Allahuakbar 4x, asyhaduan an laa ilaaha illallaah 2x, asyhadu anna Muhammadar rasulullah 2x, hayya ‘alash-shalaah 2x, Hayya ‘alal-falaah 2x, allahuakbar 2x laa ilaaha illallaah 1x.
Dan setelah Abdulah bin Zaid terbangun dari tidurnya beliau langsung menjumpai Nabi melaporkan kejadian dalam mimpinya, kemudian nabi berkata itu adalah mimpi yang sebenarnya . Dan Nabi berkata lagi ajarkanlah kalimat azan itu kepada Bilal karena bilal lebih merdu suaranya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar